Daerah Penghasil Batik Di Jawa Tengah

Indonesia merupakan Negara pengrajin batik yang sekarang terkenal hingga mancanegara. Terbukti dengan adanya banyak artis-artis luar negeri yang memakai batik. Di Indonesia sendiri, salah satu batik yang paling populer adalah batik dari solo. Sesuai dengan namanya, batik solo adalah batik asli daerah Solo yang merupakan salah satu pusat kota budaya di Jawa Tengah. Selain solo, ada banyak daerah di Indonesia yang menekuni kerajinan batik hingga mempunyai motif-motif batik yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Daerah-Daerah Penghasil Batik

Asal mula berkembangnya batik di Indonesia sudah terjadi sejak berabad-abad yang lalu ketika Indonesia masih berbentuk bagian-bagian kerajaan. Penyebaran batik sendiri sangat dipengaruhi oleh penyebaran kerajaan-kerajaan tersebut. Beberapa daerah yang merupakan daerah penghasil batik.

  1. Solo

Solo merupakan penghasil batik terpopuler di Indonesia yang terkenal dengan nama batik dari solo. Motif-motif pada batik dari solo sangat disukai oleh masyarakat Indonesia walaupun masyarakat luar negeri. Perkembangan batik solo sangat dipengaruhi oleh keraton Surakarta dan Mataram. Ada satu desa, bernama desa Laweyan yang menjadi pusat pembuatan batik dari solo di Solo.

  1. Jogja

Perkembangan batik di Jogja dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan pada zaman dahulu, khususnya sejak keruntuhan kerajaan Mataram dan Surakarta. Pengaruh cara berpakaian orang-orang dari kerajaan Mataram dan Surakarta terbawa hingga berdirinya Keraton Yogyakarta. Hingga akhirnya Sri Susuhunan Pakubuwono II memerintahkan untuk membuat pakaian yang sama dan menjadikan batik sebagai pakaian anggota kerajaan. Itulah awal perkembangan batik yang dibawa oleh kerajaan Mataram dan Surakarta ke Keraton Yogyakarta.

  1. Pekalongan

Sejarah perkembangan batik Pekalongan sedikit berbeda dengan batik dari solo dan batik Jogja yang dipengaruhi oleh kerajaan. Sedangkan perkembangan batik pekalongan dipengaruhi oleh perang yang tercetus antara Keraton Yogyakarta dengan tentara Belanda. Ada banyak petinggi Keraton yang pergi meninggalkan Yogyakarta karena perang tersebut dan tinggal di Pekalongan. Di lingkungan baru, mereka meneruskan budaya mereka, yaitu membuat batik. Hingga akhirnya berkembang hingga saat ini. Walaupun batik pekalongan tidak menjadi pelopor batik di Jawa Tengah seperti batik solo, batik Pekalongan memiliki ciri khas unik yaitu dipengaruhi oleh nuansa Islam yang sekarang sangat melekat erat di daerah Pekalongan.

Related posts: